Perseteruan antar suporter Persija dan Persib sudah berlangsung lama, tepatnya sejak tahun 2000 yaitu bertepatan dengan Liga Indonesia 6 berlangsung. Di putaran 1 sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus dan masuk ke Tribun Timur. Mereka terdiri dari banyak unit suporter seperti Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking dll. Saat itu yang terbesar masih Balad Persib. Meski sempat nyaris terjadi gesekan dengan the Jakmania, tapi alhamdulilah tidak terjadi bentrokan yang lebih luas. Justru suporter Persib bergerak ke arah the Jakmania tuk berjabat tangan. Gw inget banget yel mereka waktu itu : “ABCD … Anak Bandung Cinta Damai”. Selesai pertandingan suporter Persib juga didampingi the Jakmania menuju bus mereka. The Jakmania mengikuti dengan menyanyikan lagu Halo Halo Bandung.
Penerimaan the Jakmania membuat Viking berniat tuk mengundang datang ke Bandung saat putaran 2. Dialog berlangsung lancar karena seorang Pengurus the Jakmania yang bernama Erwan rajin ke Bandung tuk bikin kaos. Hubungan Erwan dengan Ayi Beutik juga konon akrab banget sampe2 Erwan pernah cerita kalo dia suka sama adiknya Ayi Beutik. Melalui Erwan jugalah Viking menyatakan keinginannya tuk mengundang dan menyambut the Jakmania di Bandung meski mereka sendiri masih khawatir dengan sikap bobotoh yang lain.
The Jakmania saat itu belum sebesar sekarang. Yang nonton di Lebak Bulus aja cuma di sisi Selatan tribun Timur. Jadi bersebelahan dengan Viking. Nah ajakan Viking itu langsung kita bahas, dan kita memang sudah punya niat tuk melakoni partai tandang. Dibentuklah kemudian perencanaan, salah satunya dengan mengutus Sekum dan Bendahara Umum the Jakmania saat itu yaitu Sdr Faisal dan Sdr Danang. Mereka ditugaskan tuk melobi Panpel Persib dari mulai masalah tiket hingga tribun the Jakmania. Kebetulan Danang lagi kuliah di Bandung sehingga tempat kosnya jadi tempat kumpulnya the Jakers disana. Selain mereka berdua memang adalagi yang menawarkan diri tuk bantu seperti Sdr Budi Rawa Belong.
Jujur gw katakan kita memang belum pengalaman mengkoordinasikan anggota tuk nonton tandang. Tapi yang menjadi masalah justru bukan di koordinator tapi di anggota. Banyak anggota yang bandel daftar pada hari H nya. Jumlah yang tadinya cuma 400 orang berkembang menjadi 1000 orang lebih! Bayangin gimana repotnya kita nyari bis tuk ngangkut segitu banyak orang. Akibatnya kita berangkat baru jam 12 siang! Itu juga terpecah menjadi 3 rombongan. Satu bis berangkat lebih dulu karena akan ganti ban. Disusul 4 bus kemudian. Dan terakhir termasuk gw berangkat dengan 4 bus tambahan.
Keberangkatan kita sendiri juga masih diliputi keraguan apakah dapat tiket atau tidak. Tim Advance yang diutus mendapatkan kesulitan mencari tiket. 4 hari sebelum pertandingan terjadi kerusuhan di stadion Siliwangi akibat distribusi tiket yang kurang lancar. Ada seorang Vikers yang menganjurkan the Jak tuk hadir di acara khusus pertemuan tim dengan suporternya. Faisal, Danang dan Budi ambil keputusan tuk hadir di acara itu. Disana mereka sempat bertemu Walikota Bandung, Kapolres, Ketua Panpel dan Ketua Keamanan. Mereka semua menjamin bahwa the Jakmania akan bisa masuk dan tiket akan disiapkan khusus. Paling tidak itulah info yang gw dapet dari tim Advance.
1 bis pertama tiba di Stadion Siliwangi. Viking siap menyambut dan mempersilahkan masuk ke stadion, padahal tiket belum di tangan. Sayang hal yang dikhawatirkan Viking terbukti. Perlahan tapi makin lama makin banyak datanglah bobotoh nyamperin the Jak dengan sikap yang tidak simpatik. Melihat gelagat buruk ini Viking minta the Jak tuk keluar dulu ke stadion sambil menunggu rombongan berikut. Sembari menunggu, beberapa rekan ada yang melaksanakan sholat ashar dulu. Ketika selesai sholat, mulailah terjadi hal2 yang tidak diinginkan. Rekan2 kita mendapatkan pukulan disana sini dengan menggunakan kayu. Salah satunya (gw lupa namanya) tersungkur berlumuran darah yang keluar dari kepalanya. Melihat situasi ini the Jakmania kembali diungsikan menjauh dari stadion.
Rombongan besar 8 buah bis akhirnya tiba juga. Tapi karena terlambat, stadion Siliwangi sudah penuh sesak. Lagipula kita tetap tidak berhasil mendapatkan tiket. Panpel memang kelihatan salah tingkah dan berusaha mengumpulkan dari calo2 yang masih beredar di sekitar stadion, namun jumlahnya juga tidak memadai hanya 300 lembar. Sementara bobotoh yang masih berada di luar juga mulai melakukan serangan terhadap the Jakmania. Gw sempet coba menenangkan dan cekcok dengan seorang bobotoh yang ngambil dengan paksa kacamata anggota kita. Bobotoh itu bilang kalo dia kesal sama anak Jakarta karena mereka juga diperlakukan dengan tidak simpatik di Jakarta ketika menyaksikan pertandingan Persijatim vs Persib di Lebak Bulus. Mereka tidak mau tau kalo Persijatim tu beda dengan Persija. Seingat gw kejadian ini sempat direkam foto oleh wartawan dari Tabloid GO dan terpampang jelas esoknya di media tersebut. Dan kalo ga salah yang nyerang kita tu pake kaos Stone Lovers dan Persib. Mungkin ada juga yang laen karena gw dah lupa dan kurang jelas.
Gw lalu ngambil inisiatif tuk nyari rombongan pertama yang dateng duluan dan mengajak mereka tuk gabung ke rombongan besar. Disana gw minta maaf ke semua anggota karena gagal membawa rombongan sampai masuk ke stadion. Di situ dari Panpel juga sempat minta maaf. Namun kondisi ini tidak bisa diterima oleh seluruh rombongan, bahkan mereka juga tidak mau berjabat tangan dengan 3 orang Viking yang masih setia mengawal meski pertandingan sudah berlangsung.
Ketika rombongan hendak pulang, tiba2 kita diserang lagi oleh bobotoh yang masih nunggu di luar stadion. Kondisi ini jelas tidak bisa diterima. Sudah ga bisa masuk masih juga diserang. Akhirnya kita balas perlakuan mereka. Jumlah bobotoh di luar stadion masih ratusan sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan pecahnya kaca2 mobil akibat terkena lemparan dari kedua kubu. Ketika polisi datang, keributan mereda dan the Jakmania mulai beranjak pulang. Sempat pula terjadi bentrok beberapa kali ketika rombongan berpapasan dengan bobotoh yang pulang karena tidak kebagian tiket.
Beberapa waktu kemudian ketika Tim Nasional akan bertanding di Senayan, Viking Jakarta berniat datang. Gw melihat gelagat kurang baik jadi gw minta mereka tuk selalu jalan berdampingan dengan gw. Ketika pertandingan selesai, ada sedikit cekcok antara beberapa orang the Jakmania dengan pendukung PSIS Panser Biru Jakarta. Gw kemudian meminta Sdr Aceng tuk ngawal Panser Biru hingga mereka pulang. Ketika gw hendak kembali ke rombongan Viking, ternyata mereka sudah diserang oleh sekelompok the Jakmania. Buru2 gw lari kesana dan ngambil lagi syal Persib yang sudah diambil. Viking gw kawal trus dibantu seorang anggota dari Tanjung Duren. Di depan, seorang anggota Viking yang mengalami serangan jantung dibawa naik taksi tuk pulang. Sisanya gw temenin sampe Polda Metro Jaya. Kalo ga salah ada Viking Depok yang namanya Rusdi. Sebetulnya menurut gw serangan the Jak saat itu tidak separah ketika kejadian di Bandung. Toh tidak ada satupun anak Viking yang cedera. Cuma sayang ternyata di antara mereka ada juga yang berasal dari Bandung dan entah apa yang mereka ceritakan disana, Viking langsung membalas ketika kita bertandang ke Cimahi melawan Persikab Kabupaten Bandung.
The Jakmania awalnya bebas bernyanyi dan memberikan dukungan ke Persija. Tapi Viking yang awalnya berada di seberang tribun kita mulai bergerak menghampiri tanpa ada satupun usaha pencegahan dari Panpel. Ketika dekat mereka langsung meneriakkan kata2 penuh kebencian disertai lemparan benda2 keras dan botol ke arah kita. Salah satunya mengenai Sdri Temi yang langsung jatuh pingsan. Gw coba menelpon Sdr Heru Joko Ketua Umum Viking tuk minta bantuan menghalau anggotanya. Heru saat itu bilang kalo dia masih di perjalanan tapi akan segera datang. Belakangan gw dapat kabar dari seorang wartawan kalo Heru ternyata sudah tiba sejak awal pertandingan …..???!!! Ketika pertandingan usai, Panpel meminta the Jakmania bertahan dulu di tengah lapangan hingga suasana aman.
The Jakmania kemudian keluar stadion dengan pengawalan ketat. Diluar kita diangkut dengan truk polisi dan panser menuju jalan tol dimana bus2 kita sudah menunggu. Sampai disana kita mendapati bus kita dalam kondisi hancur berat. Salah seorang anggota yang usianya mencapai 70 tahun lebih ternyata sudah berada di dalam bis ketika penyerangan berlangsung. Dia jadi saksi bagaimana seluruh tas dan perbekalan diambil oleh Viking yang tidak bertanggung jawab tersebut. Gw langsung telpon lagi Heru Joko tuk protes keras kenapa dia tidak berusaha meredam amarah anggotanya dan kenapa dia berbohong mengatakan kalo dia belum tiba di stadion. Tidak ada penjelasan apapun yang memuaskan hati gw. Dan mulai saat itu gw pikir sangat sulit tuk berharap hubungan membaik bila pimpinan tidak berusaha tuk meredam api permusuhan ini.
Sejak saat itulah api dendam dan permusuhan terus berkobar di kedua belah pihak. Puncaknya di acara Kuis Siapa Berani di Indosiar. Acara ini diprakarsai oleh Sigit Nugroho wartawan Bola yang terpilih menjadi Ketua Asosiasi Suporter Seluruh Indonesia. Waktu itu Sigit sempat telpon gw dan minta supaya the Jak yang dateng jangan banyak2 tuk menghindari bentrokan. Gw tunjuk 20 orang peserta dab 3 orang cadangan sesuai permintaan Indosiar, plus 1 orang lagi bagian dokumentasi. Mereka cuma gw ijinin pake 3 buah mobil pribadi, karena kalo gw nyewa bis nanti banyak yang ngikut. Gw sendiri ga ikut acara itu karena harus kerja.
Sayang bentrokan ternyata ga bisa dihindari. Bukan gw memihak tapi faktanya memang Viking yang mulai. Mereka neriakin yel2 “Jakarta Banjir” yang dibales juga oleh the Jak. Suasana memanas hingga akhirnya terjadi benturan fisik. Ketika ditelpon gw langsung menuju Indosiar pake taksi. Sampe disana sebagian the Jakmania sudah diluar Indosiar, di dalam gw liat 6 orang the Jak sedang berselisih dengan Viking. Melihat hal yang tidak sebanding ini gw langsung mendesak ke arah Viking tanpa gw tau siapa yang gw serang itu. Sebelumnya gw nyamperin dulu Aremania dan Pasopati yang hadir disana. Yang gw heran kenapa Viking hadir disana dalam jumlah yang cukup besar, 2 bis berisi 74 orang.
Letak Indosiar di Jakarta, jadi ga heran pelan2 berdatanganlah para suporter Persija kesana. Suasana sudah tidak terkendali dan atas inisiatif Polisi dan Indosiar, Viking langsung diungsikan dengan menggunakan truk Polisi. Namun kejadian ini ternyata dah menyebar luas kemana-mana hingga akhirnya terjadilah penyerangan terhadap rombongan Viking di tol Kebon Jeruk.
Setelah kejadian itu gw beberapa kali mendapat panggilan dari pihak kepolisian. Saat itu gw membantah kalo terjadi penyerangan yang memang dikoordinir oleh the Jakmania. Juga gw bantah kalo terjadi perampokan. Gw juga heran gimana Viking menyatakan klo hadiah menang kuis dirampok the Jak padahal hadiah itu kan belum diserahkan pihak Indosiar. Hadiah untuk the Jak pun sampe sekarang ga kita terima. Saat itulah nama the Jakmania menjadi buruk. Di mata media the Jakmania tidak menerima kalah sehingga menyerang. Opini sudah terbentuk dan masyarakat di Bandung juga ikutan menghujat, sementara di Jakarta menyayangkan.
Ya sudahlah. Biarin orang ngomong apa, tapi ga menyurutkan kebanggaan gw terhadap Persija dan the Jakmania apapun kondisinya. Paling tidak di mata gw sekarang Viking cuma bisa bekoar nantang tapi ketika kalah mereka malah ngadu ke polisi. Sesuatu yang dimata gw sangat tidak suporter.
Semenjak terjadi permusuhan dengan the Jakmania, apalagi setelah kejadian Indosiar, Viking berkembang pesat menjadi suporter yang dominan di Bandung. Mereka terus menebarkan kebencian ke the Jak dengan mengeluarkan kaos2 dan lagu2 yang bersifat menghujat the Jak. Reaksi anggota the Jakmania juga heboh. Mereka rame2 bikin kaos yang balas menghujat viking. Tapi semua ga ada yang jadi karena gw melarang seorangpun tuk bikin kaos yang bertuliskan viking/persib meski dalam bentuk hujatanpun. Bagi gw tulisan yang pantas berada di kaos suporter Persija hanyalah PERSIJA dan THE JAKMANIA.
Cuma akhirnya gw nyerah juga, biar gimana gw ga mungkin ngelawan arus trus. Ini terjadi ketika Ismed Sofyan diserang sama Viking di Bandung ketika uji lapangan. Kondisi kaya gini dah ga bisa gw terima. Sejak itulah bertubi-tubi keluar desain2 dan yel-yel serta lagu menghujat mereka. Cuma tetep ada bedanya the Jak sama Viking. Kalo the Jak nyanyi hujatan hanya saat pertandingan melawan Persib, tapi klo Viking sepertinya hendak melakukan propaganda kepada anggotanya dan masyarakat bola. Mereka terus melakukan hujatan meski saat itu Persib tanding melawan tim lain.
Sikap ini justru malah mengobarkan api kebencian suporter Persija terhadap Viking. Sehingga the Jakers banyak yang benci mereka bukan karena tau kejadian awalnya, tapi karena mereka ga suka dikata-katain terus. Belakangan Komisi Disiplin mengeluarkan larangan akan hal-hal seperti ini. Terlambat! Dan penerapannya juga ga konsisten, masih banyak yang tetap melakukannya, bukan hanya Viking atau the Jakmania tapi hampir di semua stadion di Indonesia.
Sebetulnya ada juga pihak2 yang mengusahakan perdamaian. Panpel Persib pernah berinisiatif mempertemukan the Jakmania dan Viking di Bandung. Gw sendiri hadir saat itu bersama 2 orang lagi, Heru Joko hadir bersama 3 orang temannya, Panpel Persib dan Manajer Persija saat itu Bpk IGK Manila. Tapi pertemuan tersebut buntu karena tidak ada niat dari Heru Joko tuk berdamai.
Perseteruan makin melebar. Semakin banyak Viking yang masuk ke website the Jakmania dan menebarkan virus kebencian … semakin banyak dan besarlah kebencian the Jakers ke mereka. Bahkan Panglima Viking Ayi Beutik sempat mengeluarkan pernyataan tuk menjaga kelestarian permusuhan ini seperti Barcelona dan Real Madrid.
Gw sih sebetulnya dah masa bodo dengan hal ini. Konsentrasi gw sekarang kan di tim, dan the Jakmania sudah punya pengurus yang baru. Tapi gw juga ga bisa tinggal diam bila permusuhan ini merembet ke tim masing2. Setelah beberapa kali mendapat perlakuan buruk tiap bermain di Bandung, akhirnya the Jak melakukan pembalasan pada bis Persib di Lebak Bulus. Jujur, gw tidak setuju dengan cara seperti ini, meski gw juga tidak menyalahkan. Seminggu sebelumnya gw dah bilang di forum the Jakmania di sekretariat Lebak Bulus, kalo Heru Joko ketua Viking, ikut bantu mengamankan bis Persija di Bandung. Ia bahkan berada langsung dalam bis Persija. Tapi masa disana memang sudah sulit terkendali bahkan oleh ketuanya sekalipun. Apa boleh buat? The Jakmania sudah melaksanakan pelampiasan dendamnya, sayangnya dengan melakukan tindakan yang sebelumnya mereka cela.
Sekarang permusuhan the Jakmania kontra Viking menjadi warna tersendiri bagi sepakbola Indonesia. Seorang sutradara tertarik menjadikan perseteruan ini sebagai inspirasi dalam filmnya yang berjudul ROMEO & JULIET. Lucunya di tengah perseteruan, mereka justru kompak untuk menolak film ini dengan alasannya masing2. Bedanya di Bandung .. Ketua Viking dengan didukung anggotanya membuktikan ucapannya dengan menggagalkan pemutaran film ini. Sementara di Jakarta justru sebaliknya, meski pimpinan menyatakan akan menuntut tapi toh hampir semua bioskop2 di jabodetabek dipenuhi oleh orang oren yang memang sudah ga sabar menanti film ini diputar.
Nah, itulah kisah panjang tentang permusuhan 2 kelompok suporter besar di Indonesia, paling engga dari kacamata gw. Tulisan ini dibuat atas permintaan seorang bobotoh yang penasaran dengan sebab musabab permusuhan tersebut. Gw juga ga suka dengan orang yang berkomentar sinis baik terhadap the Jakmania maupun Viking. Mereka itu tidak tau apa2, bisanya cuma menghakimi aje. Ada hak apa mereka menghujat? Liat dulu kisahnya baru mereka akan berpikir dan bantu mencarikan solusi.
Klo lu tanya ke gw, masih ada ga kemungkinan damai? Jawabanya ‘bomat” alias bodo amat. Ngapain mikirin? Bagi gw damai tu bukan kata benda, tapi kata kerja. Jadi ga usah banyak ngomong deh, yang penting buktiin. Lebih baik mikirin KOMITMEN masing2 aje, lebih cinta mana kita sama PERSIJA atau sama PERMUSUHAN DENGAN VIKING?
Sumber : Note Bung ferry
Rabu, 06 Oktober 2010
Senin, 24 Mei 2010
Mati sebagai pesepakbola
Ditulis Oleh: Bepe, waktu: 15 May 2010, pada kategori:Umum
Seperti yg kita semua ketahui bersama, beberapa waktu yg lalu permainan saya tengah berada pada titik paling nadir, hal itu mengakibatkan banyak sekali kritik silih berganti datang menyapa diri saya. Hal tersebut banyak di sampaikan melalui akun twitter saya @bepe20, maupun email info di situs pribadi saya. Sesungguhnya kritik dan saran dari berbagai pihak tersebut sangat berguna dan bagus bagi diri saya pribadi…
Mengapa..?? karena banyak diantaranya sesungguhnya bermaksut baik walaupun memang terkadang sedikit pedas. Kritik dan saran tersebut, tidak lebih dari cara masyarakat mengapresiasi penampilan saya secara jujur dari lubuk hati mereka yg paling dalam. Dan hal tersebut harus saya hargai…
Kritik dan saran tersebut, pada dasarnya adalah bukti dari kecintaan masyarakat terhadap diri saya, bukti ke takutan masyarakat akan kehilangan diri saya, serta bukti dari perhatian maupun keprihatinan masyarakat akan penampilan, yg saya tunjukkan akhir-akhir ini…
Akan tetapi di sisi lain, ada juga beberapa penilaian yg menurut saya sedikit salah kaprah, sehingga harus saya jelaskan disini. Sebagian orang menyangkut pautkan kegagalan saya bermain baik dan mencetak gol selama 2,5 bulan tersebut , dengan kebiasaan saya bermain twitter, kebiasaan saya menulis artikel, kebiasaan saya hadir di beberapa acara sosial yg kebetulan juga di hadiri oleh beberapa public figure, serta kesibukan saya dalam pemotretan, promosi maupun pembuatan beberapa iklan yg saya bintangi (Mereka menilai saya sok ngartis hehe )…
Mungkin anda benar, jika saya harus lebih fokus pada pekerjaan utama saya sebagai pesepakbola. Akan tetapi anda juga harus ingat, bahwa saya bukanlah pesepakbola yg baru setahun atau dua tahun bermain sepakbola. Dengan kata lain, saya tahu betul kapan saat saya harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga dan kegiatan-kegiatan saya dalam bersosialisasi dengan masyarakat…
Sejujurnya, saya hanya tidak ingin terbelenggu oleh tembok-tembok yg mengitari kehidupan saya. Sebagai seorang pribadi saya juga berhak bersosialisasi dengan siapapun dalam kehidupan ini. Kegiatan-kegiatan yg saya lakukan selama ini (Diluar dunia sepakbola tentunya), saya lakukan untuk membuka wawasan saya terhadap dunia luar, dunia yg dahulunya terasa asing atau bahkan aneh dimata saya…
Twitter contohnya, twitter membuat saya dapat berinteraksi dengan masyarakat secara terbuka (baik yg suka maupun yg tidak suka dengan diri saya). Twitter membuat kita membuka diri terhadap kritik, saran serta masukan dari pihak manapun, secara langsung. Twitter juga membuat kita mengetahui perkembangan berita secara cepat dari berbagai penjuru dunia, yg tentunya akan menambah wawasan kita…
Di twitter pula, kita dapat mengetahui cara berpikir maupun bertindak dari orang-orang besar, karena pada kenyataannya banyak sekali orang-orang sukses yg membagikan ilmunya melalui tweet-tweet mereka. Intinya dengan bermain twitter kita dapat belajar banyak hal baru dalam kehidupan ini…
Mengenai kebiasaan saya menulis, apakah ada yg salah dengan hal tersebut..?? Saya rasa tidak. Seperti yg pernah saya kemukakan sebelumnya, bahwa tujuan saya menulis adalah:
“Untuk memotivasi diri saya pribadi. Karena melalui tulisan, saya mampu membangkitkan memori-memori yg membuat saya sampai di titik dimana saya berdiri saat ini. Dan itu mampu memotivasi diri saya untuk terus berusaha menjadi lebih baik lagi”
Menulis adalah salah satu ke kegiatan yg menyenangkan dimata saya, dan syukur-syukur jika tulisan saya bermanfaat bagi orang-orang yg membacanya, terutama bagi para pemain muda yg kebetulan berkecimpung di dunia yg sama dengan diri saya. Lagipula saya melakukannya (menulis) hanya di saat-saat senggang saja…
Mengenai keterlibatan saya di dalam beberapa kegiatan sosial, ini juga merupakan hal yg semestinya tidak perlu di perdebatkan. Secara pribadi saya malah sangat berterima kasih kepada beberapa rekan, yg memberi kesempatan kepada saya untuk turut berpartisipasi dalam dunia sosial tersebut, salah satunya adalah saudara Pandji Pragiwaksono (Pribadi yg luar biasa menurut saya, suatu saat nanti saya akan menulis tentang manusia yg satu ini)…
Jujur saja, saat pertama kali Pandji mengajak saya mengunjungi anak-anak penderita kanker di RS Dharmais, saya merasa sangat tersentuh dan bahkan hampir meneteskan air mata. Mengingat saya sendiri juga mempunyai 3 orang putri yg relatif masih kecil-kecil…
Hal tersebut membuat saya, sebisa mungkin ingin terlibat lebih jauh lagi. Sehingga dalam keterbatasan waktu yg saya miliki, saya selalu berusaha untuk hadir, guna memberi support setiap anak-anak tersebut mengadakan kegiatan…
Mengenai dunia periklanan yg juga saya rambah, ehm.. untuk hal yg satu ini saya selalu berusaha untuk seselektif mungkin dalam memilih product dan jumlah product yg saya wakili. Contohnya, saya berusaha untuk bekerja sama dengan maksimal 2 product dalam satu waktu (agar tidak mengganggu dan berbenturan dengan jadwal saya sebagai pesepakbola) , dan sebisa mungkin product tersebut juga mempunyai visi dan misi yg sama dengan diri saya, yaitu memajukan sepakbola tanah air…
Dan satu hal yg paling penting, apapun kegiatan yg akan di lakukan, harus menyesuaikan dengan program kerja saya sebagai pesepakbola. Satu hal yg pasti, pekerjaan saya sebagai pesepakbola tetaplah yg paling utama. Seperti yg selalu saya tekankan, jika saya selalu ingin di kenal sebagai pesepakbola bukan sebagai orang lain, apapun itu…
Mengingat segalanya berawal dari sana, dan saya akan selalu berusaha tetap di jalur tersebut, setidaknya sampai saatnya nanti saya “Mati sebagai pesepakbola” (Gantung sepatu)…
Dalam sebuah interview dengan David walsh untuk Sunday Times pada th 2006, Eric Cantona pernah berujar ;
“When you are a footballer, you do something very public, you do it because it is a passion and you fell alive when you’re doing it. You fell alive also because people recognize you for the job you do. Then you quit and it’s like a death. A lot of footballer are afraid and that is why they go on TV to speak about the game. They do it for themselves, it is important because it helps them to fell alive again, to deal with their fears about his death” - Eric Cantona -
Seperti yg saya sampaikan di awal tadi. Berbagai hal di luar sepakbola tadi, saya lakukan agar saya tidak terbelenggu dengan sebuah kehidupan yg monoton sebagai pesepakbola. Disamping itu, hal-hal tersebut diatas membuat saya belajar mengenai dunia yg lain, sebuah dunia yg mungkin saja akan saya geluti setelah saya pensiun nanti..
“Tidak ada seorangpun yg mampu berdiri di tempat yg sama selamanya dan Tidak ada sesiapa di dunia ini yg mampu menjadi nomer satu untuk selamanya”
Ketika saatnya tiba, orang itu harus memberikan tempat tersebut kepada orang lain atau generasi yg lebih muda. Itu adalah hukum alam, yg mau tidak mau harus dijalani…
Saya memang Insya Allah belum akan “Mati sebagai pesekbola” dalam waktu dekat, akan tetapi saya rasa tidak ada salahnya, jika saya juga mulai mengasah atau mendalami passion saya di bidang yg lain, selain menjadi pesepakbola…
Karena, selain akan membuat diri saya selalu tertantang untuk menggali kemampuan saya yg lain, “Mungkin” passion saya di bidang yg lain tersebut, nantinya akan menghidupi saya, setelah saya memutuskan untuk berhenti dari dunia si kulit bundar, sekali lagi “Mungkin”…
Seorang jurnalis The Guandian (UK) bernama Amelia Gentleman, dalam kolom nya pada th 2003, pernah menulis sebagai berikut ;
“If you only have one passion in live - and pursue it to the exclusion of everything else - it become very dangerous. When you stop doing this activity, it is as though you are dying. The death of that activity is a death in it self. Often they are players who have only football af a way of exspressing themselve and never develop other interests. And when they no longer play football, they are no longer do anything ; they are no longer exist, or rather they have the sensation of no longer existing. - Too many players think they are eternal” - Amelia Gentleman -
Sekali lagi, permainan sepakbola saya tidak pernah terpengaruh dengan kegiatan-kegiatan di luar dunia sepakbola yg saya lakukan selama ini. “Prioritas hidup seseorang akan berubah seiring dengan berjalannya waktu” begitu pula dengan diri saya…
Akan tetapi apapun perubahan itu, sepakbola akan selalu menempati posisi utama di dalam hati saya. Bagi saya, hanya ada satu hal yg mampu mengalahkan sepakbola dalam hidup saya, yaitu kecintaan saya terhadap keluarga. Karena sejatinya, apapun yg saya lakukan selama ini hanyalah untuk mereka, orang-orang yg saya cintai. Karena..
“Bagi saya keluarga diatas segalanya”…
Selesai…
sumber : http://bambangpamungkas20.com
Seperti yg kita semua ketahui bersama, beberapa waktu yg lalu permainan saya tengah berada pada titik paling nadir, hal itu mengakibatkan banyak sekali kritik silih berganti datang menyapa diri saya. Hal tersebut banyak di sampaikan melalui akun twitter saya @bepe20, maupun email info di situs pribadi saya. Sesungguhnya kritik dan saran dari berbagai pihak tersebut sangat berguna dan bagus bagi diri saya pribadi…
Mengapa..?? karena banyak diantaranya sesungguhnya bermaksut baik walaupun memang terkadang sedikit pedas. Kritik dan saran tersebut, tidak lebih dari cara masyarakat mengapresiasi penampilan saya secara jujur dari lubuk hati mereka yg paling dalam. Dan hal tersebut harus saya hargai…
Kritik dan saran tersebut, pada dasarnya adalah bukti dari kecintaan masyarakat terhadap diri saya, bukti ke takutan masyarakat akan kehilangan diri saya, serta bukti dari perhatian maupun keprihatinan masyarakat akan penampilan, yg saya tunjukkan akhir-akhir ini…
Akan tetapi di sisi lain, ada juga beberapa penilaian yg menurut saya sedikit salah kaprah, sehingga harus saya jelaskan disini. Sebagian orang menyangkut pautkan kegagalan saya bermain baik dan mencetak gol selama 2,5 bulan tersebut , dengan kebiasaan saya bermain twitter, kebiasaan saya menulis artikel, kebiasaan saya hadir di beberapa acara sosial yg kebetulan juga di hadiri oleh beberapa public figure, serta kesibukan saya dalam pemotretan, promosi maupun pembuatan beberapa iklan yg saya bintangi (Mereka menilai saya sok ngartis hehe )…
Mungkin anda benar, jika saya harus lebih fokus pada pekerjaan utama saya sebagai pesepakbola. Akan tetapi anda juga harus ingat, bahwa saya bukanlah pesepakbola yg baru setahun atau dua tahun bermain sepakbola. Dengan kata lain, saya tahu betul kapan saat saya harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga dan kegiatan-kegiatan saya dalam bersosialisasi dengan masyarakat…
Sejujurnya, saya hanya tidak ingin terbelenggu oleh tembok-tembok yg mengitari kehidupan saya. Sebagai seorang pribadi saya juga berhak bersosialisasi dengan siapapun dalam kehidupan ini. Kegiatan-kegiatan yg saya lakukan selama ini (Diluar dunia sepakbola tentunya), saya lakukan untuk membuka wawasan saya terhadap dunia luar, dunia yg dahulunya terasa asing atau bahkan aneh dimata saya…
Twitter contohnya, twitter membuat saya dapat berinteraksi dengan masyarakat secara terbuka (baik yg suka maupun yg tidak suka dengan diri saya). Twitter membuat kita membuka diri terhadap kritik, saran serta masukan dari pihak manapun, secara langsung. Twitter juga membuat kita mengetahui perkembangan berita secara cepat dari berbagai penjuru dunia, yg tentunya akan menambah wawasan kita…
Di twitter pula, kita dapat mengetahui cara berpikir maupun bertindak dari orang-orang besar, karena pada kenyataannya banyak sekali orang-orang sukses yg membagikan ilmunya melalui tweet-tweet mereka. Intinya dengan bermain twitter kita dapat belajar banyak hal baru dalam kehidupan ini…
Mengenai kebiasaan saya menulis, apakah ada yg salah dengan hal tersebut..?? Saya rasa tidak. Seperti yg pernah saya kemukakan sebelumnya, bahwa tujuan saya menulis adalah:
“Untuk memotivasi diri saya pribadi. Karena melalui tulisan, saya mampu membangkitkan memori-memori yg membuat saya sampai di titik dimana saya berdiri saat ini. Dan itu mampu memotivasi diri saya untuk terus berusaha menjadi lebih baik lagi”
Menulis adalah salah satu ke kegiatan yg menyenangkan dimata saya, dan syukur-syukur jika tulisan saya bermanfaat bagi orang-orang yg membacanya, terutama bagi para pemain muda yg kebetulan berkecimpung di dunia yg sama dengan diri saya. Lagipula saya melakukannya (menulis) hanya di saat-saat senggang saja…
Mengenai keterlibatan saya di dalam beberapa kegiatan sosial, ini juga merupakan hal yg semestinya tidak perlu di perdebatkan. Secara pribadi saya malah sangat berterima kasih kepada beberapa rekan, yg memberi kesempatan kepada saya untuk turut berpartisipasi dalam dunia sosial tersebut, salah satunya adalah saudara Pandji Pragiwaksono (Pribadi yg luar biasa menurut saya, suatu saat nanti saya akan menulis tentang manusia yg satu ini)…
Jujur saja, saat pertama kali Pandji mengajak saya mengunjungi anak-anak penderita kanker di RS Dharmais, saya merasa sangat tersentuh dan bahkan hampir meneteskan air mata. Mengingat saya sendiri juga mempunyai 3 orang putri yg relatif masih kecil-kecil…
Hal tersebut membuat saya, sebisa mungkin ingin terlibat lebih jauh lagi. Sehingga dalam keterbatasan waktu yg saya miliki, saya selalu berusaha untuk hadir, guna memberi support setiap anak-anak tersebut mengadakan kegiatan…
Mengenai dunia periklanan yg juga saya rambah, ehm.. untuk hal yg satu ini saya selalu berusaha untuk seselektif mungkin dalam memilih product dan jumlah product yg saya wakili. Contohnya, saya berusaha untuk bekerja sama dengan maksimal 2 product dalam satu waktu (agar tidak mengganggu dan berbenturan dengan jadwal saya sebagai pesepakbola) , dan sebisa mungkin product tersebut juga mempunyai visi dan misi yg sama dengan diri saya, yaitu memajukan sepakbola tanah air…
Dan satu hal yg paling penting, apapun kegiatan yg akan di lakukan, harus menyesuaikan dengan program kerja saya sebagai pesepakbola. Satu hal yg pasti, pekerjaan saya sebagai pesepakbola tetaplah yg paling utama. Seperti yg selalu saya tekankan, jika saya selalu ingin di kenal sebagai pesepakbola bukan sebagai orang lain, apapun itu…
Mengingat segalanya berawal dari sana, dan saya akan selalu berusaha tetap di jalur tersebut, setidaknya sampai saatnya nanti saya “Mati sebagai pesepakbola” (Gantung sepatu)…
Dalam sebuah interview dengan David walsh untuk Sunday Times pada th 2006, Eric Cantona pernah berujar ;
“When you are a footballer, you do something very public, you do it because it is a passion and you fell alive when you’re doing it. You fell alive also because people recognize you for the job you do. Then you quit and it’s like a death. A lot of footballer are afraid and that is why they go on TV to speak about the game. They do it for themselves, it is important because it helps them to fell alive again, to deal with their fears about his death” - Eric Cantona -
Seperti yg saya sampaikan di awal tadi. Berbagai hal di luar sepakbola tadi, saya lakukan agar saya tidak terbelenggu dengan sebuah kehidupan yg monoton sebagai pesepakbola. Disamping itu, hal-hal tersebut diatas membuat saya belajar mengenai dunia yg lain, sebuah dunia yg mungkin saja akan saya geluti setelah saya pensiun nanti..
“Tidak ada seorangpun yg mampu berdiri di tempat yg sama selamanya dan Tidak ada sesiapa di dunia ini yg mampu menjadi nomer satu untuk selamanya”
Ketika saatnya tiba, orang itu harus memberikan tempat tersebut kepada orang lain atau generasi yg lebih muda. Itu adalah hukum alam, yg mau tidak mau harus dijalani…
Saya memang Insya Allah belum akan “Mati sebagai pesekbola” dalam waktu dekat, akan tetapi saya rasa tidak ada salahnya, jika saya juga mulai mengasah atau mendalami passion saya di bidang yg lain, selain menjadi pesepakbola…
Karena, selain akan membuat diri saya selalu tertantang untuk menggali kemampuan saya yg lain, “Mungkin” passion saya di bidang yg lain tersebut, nantinya akan menghidupi saya, setelah saya memutuskan untuk berhenti dari dunia si kulit bundar, sekali lagi “Mungkin”…
Seorang jurnalis The Guandian (UK) bernama Amelia Gentleman, dalam kolom nya pada th 2003, pernah menulis sebagai berikut ;
“If you only have one passion in live - and pursue it to the exclusion of everything else - it become very dangerous. When you stop doing this activity, it is as though you are dying. The death of that activity is a death in it self. Often they are players who have only football af a way of exspressing themselve and never develop other interests. And when they no longer play football, they are no longer do anything ; they are no longer exist, or rather they have the sensation of no longer existing. - Too many players think they are eternal” - Amelia Gentleman -
Sekali lagi, permainan sepakbola saya tidak pernah terpengaruh dengan kegiatan-kegiatan di luar dunia sepakbola yg saya lakukan selama ini. “Prioritas hidup seseorang akan berubah seiring dengan berjalannya waktu” begitu pula dengan diri saya…
Akan tetapi apapun perubahan itu, sepakbola akan selalu menempati posisi utama di dalam hati saya. Bagi saya, hanya ada satu hal yg mampu mengalahkan sepakbola dalam hidup saya, yaitu kecintaan saya terhadap keluarga. Karena sejatinya, apapun yg saya lakukan selama ini hanyalah untuk mereka, orang-orang yg saya cintai. Karena..
“Bagi saya keluarga diatas segalanya”…
Selesai…
sumber : http://bambangpamungkas20.com
Sabtu, 22 Mei 2010
Selamat Tinggal Persitara
Ditulis Oleh admint
Saturday, 22 May 2010
Persija sukses membuktikan siapa yang paling hebat di Jakarta, sore ini Sabtu (22/5) pasukan Macan Kemayoran berhasil mengalahkan Persitara dalam duel derby yang dilangsungkan tanpa penonton di stadion Gelora Bung Karno Jakarta.
Bertindak sebagai tuan rumah Persitara berusaha keluar dari tekanan dan menyerang team Persija, sejak babak pertama ditiupkan penyerangan spartan yang dikomandoi Tantan dan Kabir Bello sempat membahayakan gawang Persija, namun semua itu seakan tidak berarti karena tidak satupun gol bisa mereka ciptakan pada pertandingan ini.
Persija pun bukan tanpa peluang, dari pantauan Crew JO yang menyaksikan langsung di GBK, beberapa kali peluang emas dari BP, dan Aliyudin nyaris membuahkan gol di babak pertama. Tapi semua peluang tersebut tidak bisa diakumulasikan menjadi gol hingga babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata.
Memasuki babak kedua pertandingan berlangsung dengan tempo yang sedang - sedang saja kedua team saling melancarkan serangan namun karena ketatnya dan kesigapan kedua penjaga gawang membuat skor masih sama kuat, hingga pada menit ke 75, Emallue Serge memecah kebuntuan dengan gol yang dicetakkan dan menjadi satu – satunya gol yang tercipta pada pertandingan itu.
Dengan hasil ini, semakin membuat Persitara menempati peringkat paling bawah klasemen, dan hampir bisa dipastikan kalo tidak ada kebijakan – kebijakan dari PSSI di kemudian hari Persitara degradasi ke divisi utama.
Pada pertandingan ini Ismed Sofyan sedikit mengalami cidera, namun menurut Maman Suryaman asisten pelatih Persija dalam sesi konfrensi pers setelah pertandingan, itu tidak begitu mengganggu, diharapkan menjelang 2 partai penutup ISL Ismed bisa dimainkan kembali.
“Semua kegagalan yang dialami oleh Persitara pada musim ISL ini merupakan tanggung jawab saya selaku manajer, bukan tanggung jawab pemain ataupun pelatih, dan sesuai keputusan team, akan di cari manajer yang benar – benar serius menangani Persitara, tidak hanya cinta dan gila bola, namun harus punya finasial yang cukup sehingga kedepannya Persitara bisa lebih mandiri,”ungkap Hery Ruswanto manajer Persitara pada saat konfrensi pers pada awak media.
Bagi Persija sendiri dengan kemenangan ini, sekarang tinggal konsentrasi pada dua laga sisa ISL melawan Persema dan Arema, tidak ada kata menyerah Persija harus tampil maksimal di sisa laga ini untuk membus papan atas klasemen, pungkas Maman Suryaman. (Zni – JO)
sumber : jak-online
Saturday, 22 May 2010
Persija sukses membuktikan siapa yang paling hebat di Jakarta, sore ini Sabtu (22/5) pasukan Macan Kemayoran berhasil mengalahkan Persitara dalam duel derby yang dilangsungkan tanpa penonton di stadion Gelora Bung Karno Jakarta.
Bertindak sebagai tuan rumah Persitara berusaha keluar dari tekanan dan menyerang team Persija, sejak babak pertama ditiupkan penyerangan spartan yang dikomandoi Tantan dan Kabir Bello sempat membahayakan gawang Persija, namun semua itu seakan tidak berarti karena tidak satupun gol bisa mereka ciptakan pada pertandingan ini.
Persija pun bukan tanpa peluang, dari pantauan Crew JO yang menyaksikan langsung di GBK, beberapa kali peluang emas dari BP, dan Aliyudin nyaris membuahkan gol di babak pertama. Tapi semua peluang tersebut tidak bisa diakumulasikan menjadi gol hingga babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata.
Memasuki babak kedua pertandingan berlangsung dengan tempo yang sedang - sedang saja kedua team saling melancarkan serangan namun karena ketatnya dan kesigapan kedua penjaga gawang membuat skor masih sama kuat, hingga pada menit ke 75, Emallue Serge memecah kebuntuan dengan gol yang dicetakkan dan menjadi satu – satunya gol yang tercipta pada pertandingan itu.
Dengan hasil ini, semakin membuat Persitara menempati peringkat paling bawah klasemen, dan hampir bisa dipastikan kalo tidak ada kebijakan – kebijakan dari PSSI di kemudian hari Persitara degradasi ke divisi utama.
Pada pertandingan ini Ismed Sofyan sedikit mengalami cidera, namun menurut Maman Suryaman asisten pelatih Persija dalam sesi konfrensi pers setelah pertandingan, itu tidak begitu mengganggu, diharapkan menjelang 2 partai penutup ISL Ismed bisa dimainkan kembali.
“Semua kegagalan yang dialami oleh Persitara pada musim ISL ini merupakan tanggung jawab saya selaku manajer, bukan tanggung jawab pemain ataupun pelatih, dan sesuai keputusan team, akan di cari manajer yang benar – benar serius menangani Persitara, tidak hanya cinta dan gila bola, namun harus punya finasial yang cukup sehingga kedepannya Persitara bisa lebih mandiri,”ungkap Hery Ruswanto manajer Persitara pada saat konfrensi pers pada awak media.
Bagi Persija sendiri dengan kemenangan ini, sekarang tinggal konsentrasi pada dua laga sisa ISL melawan Persema dan Arema, tidak ada kata menyerah Persija harus tampil maksimal di sisa laga ini untuk membus papan atas klasemen, pungkas Maman Suryaman. (Zni – JO)
sumber : jak-online
Manajemen Sumber Daya Manusia Ritel
Saat ini usaha bisnis bisnis retail atau usaha retail merupakan salah satu usaha yang memiliki prospek yang baik dan terus berkembang.Maka dari itu banyak perusahaan konsultan, jasa konsultan,konsultan bisnis dan konsultan usaha retail untuk mambantu para pebisnis retail. Pengelolaan bisnis usaha,bisnis retail atau usaha retail membutuhkan kesiapan pengelola dalam semua sisi manajemen. Kelemahan dalam satu sisi manajemen ritel akan membuat peritel mengalami kendala dalam mengelola dan memacu industri usaha bisnis ritel bekerja dengan baik dan cepat. Masalah umum yang dihadapi oleh pebisnis usaha ritel -terutama pebisnis baru- saat ini adalah masalah manajemen. Mereka biasanya membuka ritel dengan tanpa konsep atau tanpa manajemen strategi ritel yang matang. Dalam tulisan ini saya akan membahas mengenai manajemen ritel mulai dari strategi pemasaran ritel, strategi financial dan keuangan ritel, strategi lokasi ritel, manajemen sumber daya manusia ritel, Informasi sistem dan supply chain manajemen ritel hingga manajemen hubungan customer. Manajemen strategi ritel mencakup 1.) target market peritel. 2.) strategi peritel untuk memuaskan atau mencukupi kebutuhan pasar. 3.)dasar peritel untuk menciptakan competitive advantage. Target market adalah sasaran dimana peritel fokus menggarap pasar sasarannya. Sedangkan format ritel adalah bagaimana peritel mampu melakukan strategi ritel mix atau strategi bauran yaitu berupa type merchandise, pelayanan yg diberikan, strategi harga, strategi promosi dan advertising, strategi lay out dan design, tipikal lokasi dan customer services). Sedangkan competitve advantage adalah keunggulan peritel atas kompetisi yang ada yang tidak dapat dilakukan oleh kompetitor dan dapat diterapkan dalam jangka waktu yang lama. Strategi competitive advantage adalah hal yang paling penting dalam strategi pemasaran ritel. Membangun competitive advantage berarti bahwa peritel sedang membangun benteng yang kuat di pasar kompetisi pasar ritel. Ketika peritel berhasil membangun competitive advantage dengan kuat dan kokoh akan sulit bagi kompetitor untuk mencontoh atau mengikuti strategi competitive advantage ini dalam merebut pasar dan pelanggan. Ada tujuh peluang penting bagi peritel untuk membangun competitive advantage: 1. ) customer loyalty. 2.)lokasi. 3.)manajemen sumber daya manusia. 4.)sistem informasi dan distribusi. 5.) merchandise yang unik. 6.) hubungan dengan supply chain. 7.)customer service. http://konsultan-manajemen.com/
ORANG OREN
Awalnya Aji Kemayoran sama Fahru Pondok Ungu punya keinginan tuk buka usaha di bidang penjualan merchandise Persija dan the Jakmania. Mereka bicara sama gw tuk minta pendapat. Nah, gw suka nih yang kaya gini. Kreatif dan punya semangat. Toh dengan produksi kaos, berarti juga membantu pemasalan dan sosialisasi Persija dan the Jakmania. Gw dukung! Kebetulan gw ada rejeki lebih, gw mau bantu tuk beli peralatannya. Produknya juga harus punya label nama kan? Gw usul namanya ORANG OREN. Kenapa ORANG OREN? Panjang nih filosofinya.
ORANG OREN jelas menunjukkan loyalitas pada Persija yg menggunakan kaos oren, meski kalo Persija kaosnya item gw ga bakalan bikin ORANG ITEM, tar dibilang rasis lagi. ORANG OREN secara tidak langsung mengkampanyekan suporter Persija tuk tetep menggunakan kaos oren yang memang sudah menjadi ciri khas Persija. ORANG OREN kalo disingkat jadi o2, yang bisa juga dilihat sebagai angka 02 (kosong dua). Angka itu adalah no anggota gw di the Jakmania. Jadi lengkap kan.
Sayang niatan kedua orang itu ga berlanjut. Gw tunggu lama tapi ga ada juga gerakan yg lebih serius tuk mewujudkan usaha ini. Sampai dateng yang namanya QQ dari KM37 Villa Pertiwi. Dia tertarik dengan konsep ini dan karena kebetulan dia jago gambar, dia coba kasi usulan beberapa gambar tuk jadi logo produk. Gw pilih yang sekarang karena bentuknya seperti orang sujud. Gw berharap ORANG OREN selalu ga lupa tuk bersujud, dalam arti tunduk pada Sang Pencipta sekaligus juga menunjukkan kerendahan hati. Adanya logo membuat semangat baru, QQ juga yg mendesain gambar2 di kaos o2. Aji yang bagian produksi. Dan alhamdulillah, produk2 o2 diterima oleh para the Jakers.
Anehnya ketika desain o2 baru ada 3 jenis, tiba2 muncul isu2 di kepengurusan the Jakmania kalo o2 itu adalah organisasi tandingan the Jakmania. Gw justru tau gosip ini dari tetangga gw di Lebak Bulus. Gw ngakak dengan gosip ini. Disatu sisi, gw heran maunya apa dengan orang yg pertama bikin isu ini. Tapi disisi lain justru ini promosi gratis buat kaos2 o2. Semakin sering diomongin semakin banyak orang yg nyari.
o2 jalan terus beriringan dengan gosip yg menerpa. QQ pernah bikin kaos dengan logo o2 besar sekali di dada. Awalnya gw nolak, karena gw ga pengen orang jadi lebih cinta o2 daripada Persijanya. Niat awalkan o2 tu memproduk kaos2 Persija dan the Jakmania. Tapi belakangan semakin banyak permintaan kaos yang berlogo O2 besar di dada. Hehehe, tuntutan pasar harus didengar juga. Akhirnya bermunculanlah kaos2 o2 di distro2 the Jakmania. Sampe detik ini Aji masih terus memproduksi merchandise berlabel o2.
Yang gw sayangin adalah sikap beberapa Pengurus yang mengambil sikap bermusuhan dengan o2. Kenapa? Kan o2 itu hanya label poduk kaos? Kalo emang ga boleh, kenapa yang laen boleh? Liat aje produk2 kaos seperti Stepmover, Biang Kerok dll.
Belakangan, atas permintaan temen2 korwil, diadakanlah forum di Stasiun Oren. Forum tsb tujuannya cuma menjadi jembatan komunikasi antara Manajemen TIm dengan Suporter Persija. Forum tsb awalnya cuma dihadiri segelintir orang. Sejalan dengan waktu makin banyak yang hadir disana untuk ikut dalam forum yang sebetulnya gw lebih suka menyebutnya sebagai 'obrolan warung kopi'. Tapi temen2 lebih sering menyebutnya sebagai 'kuliah'. Persis seperti ketika gw dulu mimpin pertemuan di Menteng saat gw menjabat sebagai Ketua Umum the Jakmania.
Awalnya forum itu cuma untuk ngobrolin perkembangan Persija. Tapi makin lama makin banyak yg dateng tuk tukar pikiran tentang aktivitas dan kreativitas mereka masing2. Seperti Ontel Oren, JakOnline, JakComic, JakPhotography, Tiger Boys, Orange Street Boys, JakMovie, Mental Baja dll. Selama itu ada manfaatnya untuk Persija, pasti gw dukung. Bukan cuma sekedar dukung dengan kata2, tapi gw juga coba membantu membesarkan kreativitas mereka agar bisa lebih diterima anggota. Toh semakin banyak komunitas ini, semakin banyak pula peluang kita untuk memperkenalkan Persija, dan pada ujungnya semakin banyak orang yang cinta sama Persija.
Belakangan malah beberapa kelompok juga hadir di Stasiun Oren tuk sekedar tuker pikiran bagaimana mengembangkan suporter Persija di wilayah masing2 sehingga mereka bisa mendirikan korwil the Jakmania. Hal kaya gini jelas gw suport banget. Meski tetap keputusan ada di tangan Pengurus Pusat di Sekretariat the Jakmania Lebak Bulus, tapi ga ada salahnya kan klo kita bantu memotivasi setiap orang yang ingin mengembangkan suporter Persija di kampungnya. Toh, di Stasiun Oren tidak pernah membuat sebuah keputusan, karena keputusan yang sah cuma dateng dari Pengurus Pusat.
Di Stasiun Oren juga banyak yang bukan anggota the Jakmania. Buat gw, adalah hak mereka tuk memutuskan menjadi anggota the Jakmania atau enggak. Yang penting gw cuma liat semangat mereka tuk dukung Persija. Memang ada kritikan dari oknum Pengurus yang bilang kalo bukan anggota kenapa pake fasilitas organisasi? Lah, bukannya kalo tur tandang ada harga khusus tuk yg bukan anggota? Demikian juga penjualan kaos di Sekret, ada harga anggota dan harga non anggota.
Ah, sayang sekali. Menurut gw, sikap oknum Penguruslah yang membuat terjadi pengkotak-kotakan di kalangan suporter Persija. Kenapa mereka harus kampanye negatif tentang o2? Apa mereka khawatir keberadaan o2 itu bisa mengganggu eksistensi mereka sebagai Pengurus? Kalo gitu introspeksi diri dong, apa yg kurang dari dirinya sendiri? Dulu gw bikin JAK ANGEL kaga ada yg protes? Gw bikin OREN SEJATI juga kaga ada yg protes? o2 tidak menyalahi aturan organisasi. Semua orang berhak tuk ngadain forum sendiri selama tidak mengatasnamakan organisasi. Kita tidak pernah bilang Stasiun Oren tu sekretariat the Jakmania. Kita juga tidak pernah mengeluarkan Kartu Anggota. Apa setiap orang yg ke Stasiun Oren trus mengajukan pendirian korwil ke o2? Tidak kan? Mereka semua mengajukan korwil ke Pengurus Pusat di Sekretariat Lebak Bulus. Harusnya mereka berterima kasih dengan motivasi yang kita berikan sehingga semakin banyak orang yang bersemangat tuk diriin korwil.
Ingat! Dalam AD/ART the Jakmania, disitu dikatakan Pengurus the Jakmania harus bisa menjadi jembatan antara Pengurus Persija, Pemain Persija dan Suporter Persija. Ingat! the Jakmania punya kewajiban untuk menghimpun dan menggalang suporter Persija.
Dulu, waktu irlan Garis Keras masih gw terima di Stasiun Oren, dia orang pertama yang bilang sama gw kalo dia dan seluruh Garis Keras menyatakan bergabung dengan o2! Gw ketawa dengernye. Gw tegasin lagi, kalo o2 itu bukan organisasi dan insya allah tidak akan pernah menjadi sebuah organisasi. Memang sekarang O2 berkembang menjadi sebuah komuntias. Wajar kan? Seperti komunitas Slankers, OI, dll. o2 hanya sekelompok manusia pecinta Persija yang ingin terus mengikuti perkembangan Persija, ingin terus mendekatkan diri pada Persija, dan ingin terus bersilaturahmi dengan sesama suporter Persija. o2 tidak pernah bertentangan dengan the Jakmania, karena sebagian besar dari o2 adalah anggota the Jakmania. o2 tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi, karena kami hadir dan kumpul disana cuma ngobrolin Persija. Silahkan orang laen menganggap kita berhianat pada organisasi. Yang penting... KITA TIDAK PERNAH BERKHIANAT PADA PERSIJA.
SUMBER :Notes Bung FERRY Indrasjarief
ORANG OREN jelas menunjukkan loyalitas pada Persija yg menggunakan kaos oren, meski kalo Persija kaosnya item gw ga bakalan bikin ORANG ITEM, tar dibilang rasis lagi. ORANG OREN secara tidak langsung mengkampanyekan suporter Persija tuk tetep menggunakan kaos oren yang memang sudah menjadi ciri khas Persija. ORANG OREN kalo disingkat jadi o2, yang bisa juga dilihat sebagai angka 02 (kosong dua). Angka itu adalah no anggota gw di the Jakmania. Jadi lengkap kan.
Sayang niatan kedua orang itu ga berlanjut. Gw tunggu lama tapi ga ada juga gerakan yg lebih serius tuk mewujudkan usaha ini. Sampai dateng yang namanya QQ dari KM37 Villa Pertiwi. Dia tertarik dengan konsep ini dan karena kebetulan dia jago gambar, dia coba kasi usulan beberapa gambar tuk jadi logo produk. Gw pilih yang sekarang karena bentuknya seperti orang sujud. Gw berharap ORANG OREN selalu ga lupa tuk bersujud, dalam arti tunduk pada Sang Pencipta sekaligus juga menunjukkan kerendahan hati. Adanya logo membuat semangat baru, QQ juga yg mendesain gambar2 di kaos o2. Aji yang bagian produksi. Dan alhamdulillah, produk2 o2 diterima oleh para the Jakers.
Anehnya ketika desain o2 baru ada 3 jenis, tiba2 muncul isu2 di kepengurusan the Jakmania kalo o2 itu adalah organisasi tandingan the Jakmania. Gw justru tau gosip ini dari tetangga gw di Lebak Bulus. Gw ngakak dengan gosip ini. Disatu sisi, gw heran maunya apa dengan orang yg pertama bikin isu ini. Tapi disisi lain justru ini promosi gratis buat kaos2 o2. Semakin sering diomongin semakin banyak orang yg nyari.
o2 jalan terus beriringan dengan gosip yg menerpa. QQ pernah bikin kaos dengan logo o2 besar sekali di dada. Awalnya gw nolak, karena gw ga pengen orang jadi lebih cinta o2 daripada Persijanya. Niat awalkan o2 tu memproduk kaos2 Persija dan the Jakmania. Tapi belakangan semakin banyak permintaan kaos yang berlogo O2 besar di dada. Hehehe, tuntutan pasar harus didengar juga. Akhirnya bermunculanlah kaos2 o2 di distro2 the Jakmania. Sampe detik ini Aji masih terus memproduksi merchandise berlabel o2.
Yang gw sayangin adalah sikap beberapa Pengurus yang mengambil sikap bermusuhan dengan o2. Kenapa? Kan o2 itu hanya label poduk kaos? Kalo emang ga boleh, kenapa yang laen boleh? Liat aje produk2 kaos seperti Stepmover, Biang Kerok dll.
Belakangan, atas permintaan temen2 korwil, diadakanlah forum di Stasiun Oren. Forum tsb tujuannya cuma menjadi jembatan komunikasi antara Manajemen TIm dengan Suporter Persija. Forum tsb awalnya cuma dihadiri segelintir orang. Sejalan dengan waktu makin banyak yang hadir disana untuk ikut dalam forum yang sebetulnya gw lebih suka menyebutnya sebagai 'obrolan warung kopi'. Tapi temen2 lebih sering menyebutnya sebagai 'kuliah'. Persis seperti ketika gw dulu mimpin pertemuan di Menteng saat gw menjabat sebagai Ketua Umum the Jakmania.
Awalnya forum itu cuma untuk ngobrolin perkembangan Persija. Tapi makin lama makin banyak yg dateng tuk tukar pikiran tentang aktivitas dan kreativitas mereka masing2. Seperti Ontel Oren, JakOnline, JakComic, JakPhotography, Tiger Boys, Orange Street Boys, JakMovie, Mental Baja dll. Selama itu ada manfaatnya untuk Persija, pasti gw dukung. Bukan cuma sekedar dukung dengan kata2, tapi gw juga coba membantu membesarkan kreativitas mereka agar bisa lebih diterima anggota. Toh semakin banyak komunitas ini, semakin banyak pula peluang kita untuk memperkenalkan Persija, dan pada ujungnya semakin banyak orang yang cinta sama Persija.
Belakangan malah beberapa kelompok juga hadir di Stasiun Oren tuk sekedar tuker pikiran bagaimana mengembangkan suporter Persija di wilayah masing2 sehingga mereka bisa mendirikan korwil the Jakmania. Hal kaya gini jelas gw suport banget. Meski tetap keputusan ada di tangan Pengurus Pusat di Sekretariat the Jakmania Lebak Bulus, tapi ga ada salahnya kan klo kita bantu memotivasi setiap orang yang ingin mengembangkan suporter Persija di kampungnya. Toh, di Stasiun Oren tidak pernah membuat sebuah keputusan, karena keputusan yang sah cuma dateng dari Pengurus Pusat.
Di Stasiun Oren juga banyak yang bukan anggota the Jakmania. Buat gw, adalah hak mereka tuk memutuskan menjadi anggota the Jakmania atau enggak. Yang penting gw cuma liat semangat mereka tuk dukung Persija. Memang ada kritikan dari oknum Pengurus yang bilang kalo bukan anggota kenapa pake fasilitas organisasi? Lah, bukannya kalo tur tandang ada harga khusus tuk yg bukan anggota? Demikian juga penjualan kaos di Sekret, ada harga anggota dan harga non anggota.
Ah, sayang sekali. Menurut gw, sikap oknum Penguruslah yang membuat terjadi pengkotak-kotakan di kalangan suporter Persija. Kenapa mereka harus kampanye negatif tentang o2? Apa mereka khawatir keberadaan o2 itu bisa mengganggu eksistensi mereka sebagai Pengurus? Kalo gitu introspeksi diri dong, apa yg kurang dari dirinya sendiri? Dulu gw bikin JAK ANGEL kaga ada yg protes? Gw bikin OREN SEJATI juga kaga ada yg protes? o2 tidak menyalahi aturan organisasi. Semua orang berhak tuk ngadain forum sendiri selama tidak mengatasnamakan organisasi. Kita tidak pernah bilang Stasiun Oren tu sekretariat the Jakmania. Kita juga tidak pernah mengeluarkan Kartu Anggota. Apa setiap orang yg ke Stasiun Oren trus mengajukan pendirian korwil ke o2? Tidak kan? Mereka semua mengajukan korwil ke Pengurus Pusat di Sekretariat Lebak Bulus. Harusnya mereka berterima kasih dengan motivasi yang kita berikan sehingga semakin banyak orang yang bersemangat tuk diriin korwil.
Ingat! Dalam AD/ART the Jakmania, disitu dikatakan Pengurus the Jakmania harus bisa menjadi jembatan antara Pengurus Persija, Pemain Persija dan Suporter Persija. Ingat! the Jakmania punya kewajiban untuk menghimpun dan menggalang suporter Persija.
Dulu, waktu irlan Garis Keras masih gw terima di Stasiun Oren, dia orang pertama yang bilang sama gw kalo dia dan seluruh Garis Keras menyatakan bergabung dengan o2! Gw ketawa dengernye. Gw tegasin lagi, kalo o2 itu bukan organisasi dan insya allah tidak akan pernah menjadi sebuah organisasi. Memang sekarang O2 berkembang menjadi sebuah komuntias. Wajar kan? Seperti komunitas Slankers, OI, dll. o2 hanya sekelompok manusia pecinta Persija yang ingin terus mengikuti perkembangan Persija, ingin terus mendekatkan diri pada Persija, dan ingin terus bersilaturahmi dengan sesama suporter Persija. o2 tidak pernah bertentangan dengan the Jakmania, karena sebagian besar dari o2 adalah anggota the Jakmania. o2 tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi, karena kami hadir dan kumpul disana cuma ngobrolin Persija. Silahkan orang laen menganggap kita berhianat pada organisasi. Yang penting... KITA TIDAK PERNAH BERKHIANAT PADA PERSIJA.
SUMBER :Notes Bung FERRY Indrasjarief
10 duel terakhir Partai klasik Persija Vs Persib
10 Juni 2009 Persija 1-2 Persib
19 Juli 2008 Persib 2-3 Persija
16 Agustus 2007 Persija 1-0 Persib
24 April 2007 Persib 3-0 Persija
20 Mei 2006 Persib 1-1 Persija
25 Februari 2006 Persija 0-0 Persib
4 September 2005 Persija 3-0 Persib [WO]
22 Mei 2005 Persib 1-1 Persija
29 September 2004 Persija 1-0 Persib
12 Mei 2004 Persib 0-0 Persija
Persija menang 4x
Persib menang 2x
seri 4x
"PERSIJA SLALU DIHATI"
19 Juli 2008 Persib 2-3 Persija
16 Agustus 2007 Persija 1-0 Persib
24 April 2007 Persib 3-0 Persija
20 Mei 2006 Persib 1-1 Persija
25 Februari 2006 Persija 0-0 Persib
4 September 2005 Persija 3-0 Persib [WO]
22 Mei 2005 Persib 1-1 Persija
29 September 2004 Persija 1-0 Persib
12 Mei 2004 Persib 0-0 Persija
Persija menang 4x
Persib menang 2x
seri 4x
"PERSIJA SLALU DIHATI"
Surat Untuk BP (Bambang Pamungkas)
Siapa yang tidak mengenal sosok Bambang Pamungkas, pesepakbola yang lahir di Getas sebuah kabupaten di Semarang pada tanggal 10 Juni 1980 yang merupakan Striker Team Persija Jakarta dan Timnas Indonesia. Memulai karir sepakbola profesionalnya bersama Persija Jakarta di umur yang relative masih muda 19 tahun. Sepanjang karirnya hingga saat ini, Bepe begitu biasa disapa sudah cukup malang melintang dalam pencapaiannya sebagai pesepakbola,selain membela Persija, Bepe juga pernah membela klub asal belanda EHC Hoensbroek Norad Holand pada tahun 2000 selama 4 bulan, dan memperkuat Selangor FC Malaysia, suatu pencapaian yang luar biasa untuk seorang pesapakbola local.
Prestasi yang sudah diraih tidak main – main sepanjang karirnya Bepe sudah mecetak 34 gol untuk tim nasional rekor baru yang sebelumnya dipegang oleh Kurniwan Dwi Julianto dengan 33 gol yang juga merupakan idolanya. Di Persija total bepe sudah membukukan sebanyak 115 gol dan selama karir di Selangor FC berhasil memasukan 61 gol.
Selain itu berikut rangkaian prestasi yang diraih bepe Atlet Harapan Terbaik versi Tabloid Bola Persija Jakarta (1999), Juara Hassanal Bolkiah Turnament Brunei Darussalam Persija Jakarta (2000), Pencetak Gol Terbanyak (Top Scorer) Liga Indonesia Persija Jakarta (2000), Pemain Terbaik Indonesia versi Media GO Persija Jakarta (2000), Juara Liga Indonesia Persija Jakarta (2000), Pemain Terbaik Liga Indonesia Persija Jakarta (2001), Pemain Terbaik Indonesia versi ANTV Persija Jakarta (2003), Pemain Terbaik Copa Djie Sam Soe Persija Jakarta (2007), Striker Terbaik Copa Djie Sam Soe Persija Jakarta (2007), Duet Terbaik Copa Djie Sam Soe Persija Jakarta (2007), Juara Sultan Selangor Cup Malaysia Selangor FC (2005), Juara Liga Perdana Malaysia Selangor FC (2005), Juara FA Cup Malaysia Selangor FC (2005), Juara Malaysia Cup Selangor FC (2005), Pemain Terbaik Malaysia Cup Selangor FC (2005).
Diusianya sekarang yang mungkin sudah tidak muda lagi Bepe sedang mengalami yang namanya fase – fase sulit sebagai pesepakbola, musim 2009 – 2010 bisa dibilang musim yang sulit bagi seorang Bepe, diawal musim sempat menunjukan kapasitasnya dengan terus mencetak gol untuk Persija, namun gol gol tersebut seakan enggan untuk mampir di dalam diri Bepe semenjak terakhir kali Bepe mencetak gol pada pertandingan melawan Bontang FC pada tanggal 27 Januari 2010 di GBK saat itu kedudukan akhir 3-0 untuk kemenangan Persija.
Entah faktor apa yang membuat pemain yang terkenal dengan lompatan dan heading yang oke punya begitu sulit untuk mencetak gol. Coba mendengar dari respon teman – teman pecinta Persija dan pecinta Bepe, ada beberapa alasan –alasan menarik, seperti “percaya diri bepe gy mnrun , so performa'y mnrun itu jg karna fktor usia..usia bepe hmpir 30thn..tp bepe ampe mati lah.. ada lagi ” Kurang lucky aj bos..Mgkn utk smentara BP d'cdangkn dulu aj supaya dy introspeksi n faktor lucky dy kembali.. Tp gw ga akan lupakn jasa dy membawa Persija Juara..” ada yang bilang salah nempatin posisi bepe seperti komen berikut “posisinya ga kya dulu..biasanya kan dia jdi ujung tombak..tpi skrg dia trlalu turun ke belakang” selain itu ada juga yang komentar seperti ini bepe??ikon persija yang naluri dalam mencetak gol nya lagi buntu...yang bisa nyelesain masalh bepe hanya bepe sendiri ada juga komen “bepe udah top karir.. jadi berharap menanjak rasanya sudah sulit.. yg penting bagaimana mempertahankan performa yg bagus”
Serta komen – komen yang tidak memperdulikan apa dan kenapa Bepe seperti saat ini “Karena BP seorang pemain yg bisa dibilang icon sepakbola Indonesia, maka'a kalo BP lagi gak bagus semua orang pada komen: BP turun, BP udah abis, BP udah tua! Padahal, hampir semua pemain pernah ngalamin masa2 seperti BP saat ini, tapi karena kepopuleran mereka gak seperti BP, jadi gak ada berita tentang penurunan perform mereka! Intinya gw tetap mendukung semua punggawa PERSIJA dengan kondisi apapun!,,” ada lagi komen seperti ini “bebaskan sejenak bebanmu kawan (BP)... Lupakan nama besarmu & hilangkan faktor x sebagai pelecutmu Tapi jangan lupa & hilangkan loyalitasmu buat Persija!”
Gw cuma berharap dengan semua kritikan – kritikan yang coba gw kumpulin dari beberapa pendapat anak – anak walaupun mungkin masih banyak lagi yang lain yang ga bisa dimasukin bisa menjadi pemacu semangat seorang THE GOAL FATHER untuk tetap bisa berada dijalur yang selama ini sudah diraihnya, pertahankan prestasi yang ada, tingkatkan terus jangan malah menurun kami yakin kamu (BAMBANG PAMUNGKAS) belum habis !!!
Seperti lirik lagu yang di tambahkan oleh Bung Ferry yang cocok menggambarkan seorang Bepe lagu ciptaan Guruh Sukarno Putra yang dinyanyikan oleh Achmad Albar pada tahun 80an
ooooo.... bagai raja diraja
dikala seseorang ...sedang..mengalami jaya
semua orang menyanjung nyanjung dan memuja
semua orang mengelu elu dan memuji
tapi bila telah tak terpakai......
ia dihina..... dicaci..... dinista....dimaki...
seakan tak pernah ia berjasa
seakan ia makhluk tak bergunaaaa
namun tingkah secercah
tak akan pernah musnah
walau ... dihapuskan
suatu saat kan tiba
mata umat terbuka
tinggal sesal dan sesal... tinggal sesal dan sesal
Seperti kami juga yang kangen akan nyanyian seperti ini “Bambang Pamungkas Macannya Persija bola ditendang langsung masuk ke gawang sorak – sorak The Jak bergembira hari ini raih poin 3” *zni
#sumber : www.bambangpamungkas20.com, dan komentar – komentar di FB
www.jakmania.org
Prestasi yang sudah diraih tidak main – main sepanjang karirnya Bepe sudah mecetak 34 gol untuk tim nasional rekor baru yang sebelumnya dipegang oleh Kurniwan Dwi Julianto dengan 33 gol yang juga merupakan idolanya. Di Persija total bepe sudah membukukan sebanyak 115 gol dan selama karir di Selangor FC berhasil memasukan 61 gol.
Selain itu berikut rangkaian prestasi yang diraih bepe Atlet Harapan Terbaik versi Tabloid Bola Persija Jakarta (1999), Juara Hassanal Bolkiah Turnament Brunei Darussalam Persija Jakarta (2000), Pencetak Gol Terbanyak (Top Scorer) Liga Indonesia Persija Jakarta (2000), Pemain Terbaik Indonesia versi Media GO Persija Jakarta (2000), Juara Liga Indonesia Persija Jakarta (2000), Pemain Terbaik Liga Indonesia Persija Jakarta (2001), Pemain Terbaik Indonesia versi ANTV Persija Jakarta (2003), Pemain Terbaik Copa Djie Sam Soe Persija Jakarta (2007), Striker Terbaik Copa Djie Sam Soe Persija Jakarta (2007), Duet Terbaik Copa Djie Sam Soe Persija Jakarta (2007), Juara Sultan Selangor Cup Malaysia Selangor FC (2005), Juara Liga Perdana Malaysia Selangor FC (2005), Juara FA Cup Malaysia Selangor FC (2005), Juara Malaysia Cup Selangor FC (2005), Pemain Terbaik Malaysia Cup Selangor FC (2005).
Diusianya sekarang yang mungkin sudah tidak muda lagi Bepe sedang mengalami yang namanya fase – fase sulit sebagai pesepakbola, musim 2009 – 2010 bisa dibilang musim yang sulit bagi seorang Bepe, diawal musim sempat menunjukan kapasitasnya dengan terus mencetak gol untuk Persija, namun gol gol tersebut seakan enggan untuk mampir di dalam diri Bepe semenjak terakhir kali Bepe mencetak gol pada pertandingan melawan Bontang FC pada tanggal 27 Januari 2010 di GBK saat itu kedudukan akhir 3-0 untuk kemenangan Persija.
Entah faktor apa yang membuat pemain yang terkenal dengan lompatan dan heading yang oke punya begitu sulit untuk mencetak gol. Coba mendengar dari respon teman – teman pecinta Persija dan pecinta Bepe, ada beberapa alasan –alasan menarik, seperti “percaya diri bepe gy mnrun , so performa'y mnrun itu jg karna fktor usia..usia bepe hmpir 30thn..tp bepe ampe mati lah.. ada lagi ” Kurang lucky aj bos..Mgkn utk smentara BP d'cdangkn dulu aj supaya dy introspeksi n faktor lucky dy kembali.. Tp gw ga akan lupakn jasa dy membawa Persija Juara..” ada yang bilang salah nempatin posisi bepe seperti komen berikut “posisinya ga kya dulu..biasanya kan dia jdi ujung tombak..tpi skrg dia trlalu turun ke belakang” selain itu ada juga yang komentar seperti ini bepe??ikon persija yang naluri dalam mencetak gol nya lagi buntu...yang bisa nyelesain masalh bepe hanya bepe sendiri ada juga komen “bepe udah top karir.. jadi berharap menanjak rasanya sudah sulit.. yg penting bagaimana mempertahankan performa yg bagus”
Serta komen – komen yang tidak memperdulikan apa dan kenapa Bepe seperti saat ini “Karena BP seorang pemain yg bisa dibilang icon sepakbola Indonesia, maka'a kalo BP lagi gak bagus semua orang pada komen: BP turun, BP udah abis, BP udah tua! Padahal, hampir semua pemain pernah ngalamin masa2 seperti BP saat ini, tapi karena kepopuleran mereka gak seperti BP, jadi gak ada berita tentang penurunan perform mereka! Intinya gw tetap mendukung semua punggawa PERSIJA dengan kondisi apapun!,,” ada lagi komen seperti ini “bebaskan sejenak bebanmu kawan (BP)... Lupakan nama besarmu & hilangkan faktor x sebagai pelecutmu Tapi jangan lupa & hilangkan loyalitasmu buat Persija!”
Gw cuma berharap dengan semua kritikan – kritikan yang coba gw kumpulin dari beberapa pendapat anak – anak walaupun mungkin masih banyak lagi yang lain yang ga bisa dimasukin bisa menjadi pemacu semangat seorang THE GOAL FATHER untuk tetap bisa berada dijalur yang selama ini sudah diraihnya, pertahankan prestasi yang ada, tingkatkan terus jangan malah menurun kami yakin kamu (BAMBANG PAMUNGKAS) belum habis !!!
Seperti lirik lagu yang di tambahkan oleh Bung Ferry yang cocok menggambarkan seorang Bepe lagu ciptaan Guruh Sukarno Putra yang dinyanyikan oleh Achmad Albar pada tahun 80an
ooooo.... bagai raja diraja
dikala seseorang ...sedang..mengalami jaya
semua orang menyanjung nyanjung dan memuja
semua orang mengelu elu dan memuji
tapi bila telah tak terpakai......
ia dihina..... dicaci..... dinista....dimaki...
seakan tak pernah ia berjasa
seakan ia makhluk tak bergunaaaa
namun tingkah secercah
tak akan pernah musnah
walau ... dihapuskan
suatu saat kan tiba
mata umat terbuka
tinggal sesal dan sesal... tinggal sesal dan sesal
Seperti kami juga yang kangen akan nyanyian seperti ini “Bambang Pamungkas Macannya Persija bola ditendang langsung masuk ke gawang sorak – sorak The Jak bergembira hari ini raih poin 3” *zni
#sumber : www.bambangpamungkas20.com, dan komentar – komentar di FB
www.jakmania.org
Langganan:
Postingan (Atom)
PERSIJA
